BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kapolres Kapuas AKBP Jukiman Situmorang meminta jajaranya tidak bekerja seperti pemadam kebakaran. Dalam artian, baru bergerak ketika ada kejadian atau peristiwa.

Oleh sebab itu, ia meminta jajaran Polres Kapuas bisa melakukan upaya pencegahan atau antisipasi tindak kriminal sejak dini.

"Saya tidak ingin polisi seperti pemadam kebakaran. Yang mana setiap ada kebakaran baru bergerak melakukan pemadaman. Tetapi polisi harus profesional, modern, dan terpercaya (promoter) yakni dengan melakukan antisipasi sebelum sesuatu terjadi. Caranya dengan pencegahan dini. Makanya ada program sambang polwan. Itu sebagai bentuk deteksi dini," kata Kapolres kepada wartawan via WhatsApp, Sabtu (28/1/2017).

Program sambang polwan bukan berarti polisi bertugas seperti Dinas Sosial. Tetapi program itu merupakan upaya pencegahan terhadap kemungkinan terjadi gangguan kamtibmas. Sekaligus memelihara dan menjaga keamanan supaya tetap kondusif.

Program seperti itulah yang membuat Polres Kapuas mendapat predikat promoter terbaik se-Indonesia dari Kapolri beberapa hari lalu.

"Program kerja Polres Kapuas mengedepankan fungsi pencegahan dalam beberapa hal. Utamanya indikator benih kejahatan dalam lingkungan rumah tangga akan diantisipasi dengan hadirnya program sambang polwan," ungkapnya mantan Kapolres Kota Palangka Raya ini.

Kapolres Jukiman turut menyampaikan bahwa sudah menjadi kewajiban jajaran Polres Kapuas untuk mewujudkan polisi sebagai pengayom masyarakat dalam berbagai strata kehidupan.

Masyarakat tidak boleh menjadi korban maupun pelaku tindak pidana. Karena pada dasarnya tidak ada orang yang tiba-tiba menjadi penjahat. Semua bergantung pada polisi yang mau bekerja maksimal atau tidak.

"Sebagai amanah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Polres Kapuas harus mampu memberikan perlindungan jiwa kepada semua masyarakat tanpa melihat latar belakang agama, suku, jabatan, pekerjaan, dan menjaga kesatuan NKRI," pungkasnya. (DJIMMY NAPOLEON/B-3)