BORNEONEWS, Muara Teweh – Bupati Barito Utara, Nadalsyah berharap agar petani kembali bergairah untuk berkebun dan mencoba pengembangan jagung pada saat harga karet terjadi penurunan, apalagi jagung bisa dipanen dua kali setahun dan bisa ditumpang sari dengan tumbuhan lain.
Nadalsyah mengatakan pemerintah kabupaten akan menyediakan lahan 300 ha hingga 500 ha di kiri dan kanan jalan arah menuju Desa Sabuh. Janji itu disampaikan Nadalsyah saat melakukan uji coba penanaman bibit jagung B1 dengan masyarakat dan 10 kelompok tani di simpang Km 24 jalan bukaan menunju Desa Sabuh, Kecamatan Teweh Baru, Kamis (26/1/2017).
Menurutnya, jagung bisa dijadikan komoditi unggulan di Barito Utara selain permintaan pasar cukup tinggi dan harganya saat ini berkisar Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta per ton. "Yang tidak kalah pentingnya adalah luas lahan yang tersedia di Kabupaten Barito Utara masih relatip cukup banyak” imbuhnya. (RAMADHANI/B-6)








