BORNEONEWS, Nanga Bulik - Keluarga besar Yahya Engkel Tueng, jamaah umroh berusia 85 tahun asal Lamandau yang meninggal dunia pada Sabtu (28/1/2017) sekitar pukul 19.00 waktu Saudi Arabia atau sekitar pukul 23.00 WIB, di Mekkah, mengungkapkan banyak hal-hal yang cukup janggal menandakan almarhum akan berpulang.
Termasuk ungkapan adanya keinginan dari bapak delapan anak tersebut, untuk wafat di tanah suci Mekkah. Keluargapun tak menyangka jika ungkapan Yahya sebelum berangkat ke Mekkah tersebut, kini menjadi kenyataan.
"Sebelum berangkat, bapak memang pernah beberapa kali bilang, kalau Allah menakdirkan dia ingin meninggal saat ibadah di Mekkah," ungkap Sahrudin, anak bungsu pasangan Yahya dan Rusdiana, Minggu (27/1/2017).
Sahrudin mengaku, dirinya dan saudara-saudara lain termasuk ibunya, benar-benar tak menyangka jika ungkapan itu ternyata bak sebuah firasat yang menjadikan petunjuk jika almarhum tak akan kembali lagi ke tengah keluarga.
"Kita kan biasa kumpul, ngobrol-ngobrol, apalagi sebelum bapak berangkat ke tanah suci. Nah, kalau kita sedang ngumpul, bapak itu sering sekali bilang kalau bisa memilih, dirinya ingin sekali meninggal dalam keadaan khusnul khatimah dan sedang beribadah di tanah suci Mekkah. Saya bahkan dengar itu sering sekali," ucap Sahrudin.
Namun, secara pribadi dirinya tidak terlalu menghiraukan keinginan bapaknya itu, dan menganggap hanya sebagai hal yang lumrah.
"Saya kira itu ungkapan biasa, ternyata sekarang baru sadar mungkin saat itu sebenarnya bapak sedang pamit ke kami," ujarnya.
Kejanggalan lain juga dirasakan sang isteri, Rusdiana. Menurutnya, suaminya itu terlihat berbeda setelah dirinya dinyatakan menjadi bagian dari rombongan yang berangkat umroh gratis dari Pemkab Lamandau.
"Setelah dipastikan ikut sebagai rombongan, suami saya terlihat sangat segar dan semangat. Bahkan sama sekali tidak mengeluhkan sakit apapun, padahal secara usia kan sudah tua. Tapi, setelah diingat-ingat, saya seakan disadarkan mungkin tanda-tanda itu menunjukkan bahwa beliau akan berpulang," terangnya. (HENDI NURFALAH/B-11)








