BORNEONEWS, Sampit - Danto Wiharja (33) warga Desa Penyahuan, Kecamatan Bukit Santuei, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang ditemukan tewas di sungai Minggu (29/1/2017) murni tewas akibat tenggelam. Hal tersebut berdasarkan keterangan tim medis pada puskesmas di sana.

"Dari keterangan dokter, korban tewas akibat gagal bernapas karena paru-paru kemasukan air," ujar Kapolsek Mentaya Hulu Iptu Saifullah.

Terkait itu, kepolisian pun menghentikan penyelidikan. Terlebih di tubuh korban tidak ditemukan adanya luka akibat kekerasan baik itu benda tumpul atau benda tajam.

Sebelumnya, korban disebutkan menghilang sejak Jumat (27/1/2017) lalu. Saat itu korban pulang bekerja dan langsung mandi ke dermaga tersebut. Namun hingga malam hari, Danto tak juga pulang ke rumah. Keluarga dibantu sejumlah rekannya pun melakukan pencarian.

Namun hingga keesokan harinya sosok Danto tak juga ditemukan. Mereka pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mentaya Hulu.

"Dari kesepakatan keluarga, korban langsung dimakamkan pada Minggu (29/1/2017)," kata Saifullah. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)