BORNEONEWS, Nanga Bulik - Kapolres Lamandau AKBP Johanes Pangihutan Siboro memimpin rapat koordinasi (rakor) bersama lintas sektor guna membahas penanggulangan kebakaran hutan dan atau lahan (karhutla) di Lamandau tahun 2017, Senin (30/1/2017).

Siboro menyampaikan rakor lintas sektoral yang diinisiasi Polres tersebut, merupakan tindak lanjut adanya Rakornas Karhutla 2017 pada tanggal 23 Januari 2017 lalu di Istana Presiden, Jakarta.

Dikatakannya, semua pemangku kepentingan dari delapan provinsi dari berbagai daerah di Indonesia yang dikategorikan rawan karhutla, diintruksikan presiden untuk melakukan persiapan dini mencegah terjadinya karhutla, khususnya di masa musim kemarau tahun ini yang diprediksi akan datang lebih awal.

"Menindaklanjuti instruksi Presiden termasuk Kapolri, makanya kita (polres) segera bergerak melakukan berbagai persiapan dini. Baik dalam hal rencana antisipasi, rencana penanggulangan dan bahkan dalam hal penindakannya," kata dia.

Siboro berharap dengan adanya rakor lintas sektoral yang dilaksanakan, dapat kian mematangkan perencanaan untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan bencana karhutla dan kabut asap. Termasuk dapat terbangun kesamaan persepsi dengan lintas sektor terkait sehingga tidak ada miskomunikasi di lapangan.

"Rakor ini diharapkan justru dapat saling menunjang peran, tugas dan fungsinya masing-masing dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana karhutla," tukasnya. (HENDI NURFALAH/B-11)