BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Warga Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, baru bisa menikmati akses jalan darat keluar masuk desa yang dibangun sepanjang lima kilometer dari arah pelabuhan teluk Segintung. Menurut pihak kecamatan setempat, akses badan jalan seminisasi dengan lapisan aspal tipis di bagian atasnya, dibangun dengan dana sekitar Rp6 miliar dari APBN.

"Cuma ruas jalan lima kilometer ini yang baru bisa dinikmati oleh warga Sungai Perlu yang ingin bepergian lewat jalur darat menuju Kuala Pembuang," kata Camat Seruyan Hilir, Idham BW Kusumah, Selasa (31/1/2017).

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Perlu Hasanudin mengatakan, jika melintasi jalur darat dari arah Kuala Pembuang menuju Desa Sungai Perlu, maka jarak perjalanan sepanjang kurang lebih sekitar 60 kilometer dengan melintasi beberapa buah anak sungai.

"Jadi masih tersisa puluhan kilometer badan jalan baru yang harus dibangun, termasuk beberapa jembatan yang menghubungkan sejumlah anak sungai yang dilalui," kata Hasanudin.

Dirinya berharap, pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan desa Sungai Perlu yang hingga saat ini masih termasuk desa tertinggal yang berada di kecamatan kota. Sebab menurutnya, jika akses jalan dan jembatan bagi warga desanya sudah tersedia, maka akan sangat berdampak langsung terhadap peningkatan perekonomian warga desa.

"Salah satu kunci ekonomi warga bisa meningkat, utamanya terletak pada infrastruktur jalan. Sebab, tanpa akses itu, ekonomi warga akan sulit untuk berkembang," ungkapnya. (PARNEN/N).