BORNEONEWS, Jakarta - Delegasi DPR RI bertemu dengan Nur Misuari, pendiri Front Pembebasan Nasional Moro, Filipina di sela-sela Sidang Parlemen Negara-Negara Islam (PUIC OIC) di Kota Bamoko, Mali, Afrika Barat, 21-29 Januari 2017. Tim parlemen Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, didampingi H. Hamdhani, anggota dewan asal Kalimantan Tengah, juga bertemu Wakil Ketua Majlis Syuro Arab Saudi Dr Mohammad Amin Ahmad Al Jefri.
"Dengan tokoh muslim paling berpengaruh di Filipina itu, kami membicarakan perlunya dunia Islam terus menggalang persatuan dan kesatuan, serta berbuat konkrit untuk kemaslahatan ummat," kata Hamdhani dalam percakapan dengan Borneonews , Selasa (31/1/2017).
Menurut Hamdhani, kedua pihak saling menemukan pemahaman yang baik, bagi kepentingan dan kemajuan dunia Islam, teruatama di kedua negara, Indonesia dan Filipina. Anggota Komisi IV DPR RI dari Partai NasDem ini mengungkapkan kedua negeri jiran itu, akan terus meningkatkan kerja sama saling menguntungkan.
Dalam Konferensi PUIC ke 12 itu, kata Hamdhani, kepada Fahri Hamzah, Nur Misuari mengatakan agar Indonesia lebih berani tampil di hadapan dunia, selain harus berani memberikan solusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi negara-negara Islam.
"Indonesia harus lebih berani tampil di hadapan dunia memberikan solusi di berbagai persoalan yang dihadapi negara-negara Islam," kata Nur Misuari, Sabtu (28/1/2017) dalam rilisnya yang disampaikan Biro Pemberitaan Parlemen DPR.
Seperti diketahui, dalam sidang PUIC OIC XII di Mali tersebut, dalam pidatonya, Fahri Hamzah menyampaikan proposal Indonesia bagi dunia Islam. "Maka mari kita mulai membangun sekolah, mentradisikan membaca, serta meningkatkan hubungan dagang dan investasi antarnegara OKI sebagai penetapan dasar bagi kemajuan bersama, dunia Islam."
Seperti sudah ditulis Borneonews.co.id, pidato Fahri itu mendapat pujian dan tepuk tangan dari peserta sidang. Pasalnya, pidato yang ada sangat didominasi oleh pesimisme atas isu keamanan dan seolah Islam identik dengan terorisme dan anasir teroris memang ada dalam ajaran islam. Politisi PKS itu menawarkan optimisme yang dipercaya bisa memperkuat persatuan dan kemajuan dunia Islam.
Di hadapan pemimpin dan anggota parlemen negara-negara Islam Fahri Hamzah menyampaikan pidato dengan mengangkat isu baru di luar isu umum yang dibahas negara negara lain. Delegasi DPR RI menawarkan sebuah proposal Indonesia bagi dunia Islam agar negara negara Islam segera keluar dari peta isu-isu lama terkait keamanan dan terorisme.
Fahri menyatakan, dunia Islam dalam dua dekade terakhir terus disibukkan oleh isu dan bisnis keamanan dunia. Isu keamanan ini adalah bisinis negara negara maju, itulah cara terakhir bagi kapitalisme untuk bertahan dengan cara menebar kecemasan padahal di belakang itu mereka menjual senjata. Kita semua disibukkan dengan isu keamanan sampai tak sempat mengurus manusia dan peradaban. Peradaban Islam mundur dan hancur di mana-mana.
Menurut Fahri Hamzah, saatnya kini dunia Islam bangkit membangun manusia, membangun ekonomi, mencerdaskan kembali masyarakat dengan membangun sekolah-sekolah terbaik. "Pertemuan negara-negara Islam harusnya kita jadikan sebagai ruang untuk membangun blok ekonomi baru dunia." (NAZIR AMIN/*/N).








