BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sepertinya mendung kelabu masih akan menggelayuti bursa komoditas global, Selasa (31/1/2017), dan bursa Malaysia boleh jadi akan melanjutkan pelemahan yang terjadi sebelum libur Imlek akhir pekan lalu.

Pada perdagangan Jumat pagi (27/1/2017), harga minyak sawit melemah menjadi tiga sesi berturut-turut sekaligus menyentuh level terendah dua pekan. Penyebabnya adalah proyeksi kenaikan produksi bulan depan, selain juga akibat aksi ambil untung, kata seorang pelaku pasar di Kuala Lumpur seperti dilansir Reuters.

Faktor lain yang harus dipertimbangkan adalah kejatuhan harga biji kedelai di AS yang mencapai hingga 2 persen, dengan harga kontrak Februari menyentuh level terendah dua pekan.

Selain itu, jatuhnya harga minyak mentah dunia pada Senin akibat kenaikan cadangan minyak AS bakal memberikan sentimen negatif ke pasar komoditas lainnya, tak terkecuali pasar minyak nabati.

Minyak mentah Brent jatuh sekitar 5 persen dari posisi tertinggi pada awal Januari. Futures minyak mentah Brent, LCOc1, melorot ke posisi $55,25 per barrel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), CLc1, turun ke level $52,58 per barrel. (NEDELYA RAMADHANI/m)