BORNEONEWS, Palangka Raya - Kesehatan dua buruh PT Surya Inti Sawit Kahuripan (SISK) Makin Group yang menggelar aksi mogok makan di Bundaran Besar Palangka Raya, Selasa (31/1/2017) menurun.

Dua buruh yang diketahui bernama Antonius Joka (36 tahun) dan Donatus Bere (42) langsung mendatangi mobil ambulance yang disediakan Polda Kalteng. Tim medis dari kepolisian kemudian melakukan pengecekan sekaligus memberikan penanganan secara medis.

Kabid Humas Polda Kalteng AKBP Pambudi Rahayu mengatakan, mereka yang ditangani medis menderita pusing. Kemudian luka di bagian jidat dan tumit kaki sebelah kanan terbuka.

"Iya ada agak pusing-pusing. Kemudian jahitan bekas luka, robek. Di jidat dan tumit kaki kanan. Setelah dilakukan perawatan, kemudian tim medis membersihkan dan dikasih betadin lalu ditutup kembali," ucap Pambudi kepada Borneonews.co.id.

Dia menuturkan, meski aksi tersebut mogok makan, namun dari hasil koordinasi, para buruh tetap akan mendapatkan asupan. Yakni berupaya minuman air dicampur gula yang akan diberikan pada siang dan sore nanti. "Supaya ada staminanya," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-6)