BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Fotografer merupakan pelaku utama dalam proses dokumentasi. Street photography juga merupakan sebuah cara bagaimana kita memahami apa yang disebut jalanan.

"Konsep foto yang ingin dihasilkan dari jalanan bentuknya beragam,  tergantung niat si fotografer ingin menyajikannya menurut sudut pandang apa," jelas Fadil, salah seorang angota komunitas fotografi Citra kecubung Photography Community (CKPC) Pangkalan Bun.

"Bila si fotografer ingin mendapatkan konsep jalanan adalah sesuatu yang keras atau brutal, tentunya ia mencari target foto seperti kehidupan preman jalanan yang nongkrong di pusat perbelanjaan atau anak jalanan yang berkelahi," lanjutnya.

Fadil kemudian menegaskan, intinya ekspresi natural pada objek foto merupakan target utama. "Karena dalam aliran foto ini adalah menampilkan keaslian wajah manusia, dan lingkungan yang ditemui di jalanan," jelasnya.

Ia menambahkan, banyak referensi mengenai street photography yang bisa didapatkan dalam buku-buku dan internet. "Beberapa fotografer bisa dijadikan referensi. Di antaranya adalah fotografer Prancis Henri Cartier-Bresson. Foto yang dihasilkannya sangat berdimensi dan terlihat sangat mirip lukisan. Selain itu fotografer Amerika Serikat Louis Stettner juga bisa dijadikan referensi untuk pembelajaran," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-10)