BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Hingga saat ini pemerintah Malaysia masih melakukan tarik ulur terkait pelaksanaan program biodiesel untuk sektor transportasi dan industri.

Malaysian Palm Oil Board (MPOB) saat ini terus memantau perkembangan harga minyak sawit mentah (CPO) dan memperkirakan implementasi program biodiesel B10 dapat dilakukan setelah harga CPO terjangkau bagi pasar luas.

Ketua peneliti MPOB Dr Harrison Lau Lik Nang, seperti dilansir The Malaysian Reserve, mengatakan pemerintah masih berkomitmen untuk melaksanakan program biodiesel tersebut. Saat ini hanya masalah waktu yang menunda pelaksanaan tersebut.

“Penundaan program B10 dilakukan karena menguatnya harga CPO. Pemerintah akan mengumumkan keputusan final saat harga CPO terjangkau bagi konsumen,” kata Lau.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, futures CPO di Bursa Malaysia Derivatives Exchange diperdagangkan di angka RM3.071 per ton.

Lau mengatakan bahwa penting bagi pemerintah untuk melaksanakan program B10 pada saat yang tepat, karena jika tidak maka konsumen akan dibebani biaya lagi dengan tingginya harga CPO. (NEDELYA RAMADHANI/m)