BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Seruyan selain membutuhkan ruang khusus bagi masing-masing penyandang disabilitas juga memerlukan penambahan tenaga pengajar khusus bagi siswa penyandang tuna netra.
"Sampai sekarang kita masih belum memiliki guru khusus bagi penyandang tuna netra (kebutaan)," kata Kepala SLB Negeri 1 Seruyan, Jago, Rabu (1/2/2017).
Jago berharap pemkab melalui dinas terkait dapat mengupayakan penyediaan tenaga guru yang dimaksud.
"Dengan adanya guru itu, maka siswa penyandang tuna netra dapat lebih mudah dalam hal menerima pelajaran dan pendidikan yang diajarkan di sekolahnya," ujarnya.
Saat ini tenaga guru lulusan SLB yang tersedia pada masing-masing bidang atau keahliannya, lanjut dia, baru ada guru bagi siswa penyandang tuna rungu, tuna daksa, tuna daksa dan tuna grahita.
"Meski masih terdapat kendala dari segi tenaga pengajar, kami dari pihak sekolah tetap berkomitmen bisa memberikan hasil terbaik bagi seluruh siswa hingga mereka lulus," katanya. (PARNEN/B-11)








