BORNEONEWS, Pulang Pisau - Warga Desa Dandang, Kecamatan Pandih Batu harus ke tepi sungai dahulu jika ingin menggunakan telepon selulernya. Pasalnya, desa tersebut belum punya Menara Base Transceiver Station (BTS). Sehingga, sinyal tidak menjangkau seluruh wilayah desa dan hanya ada di titik-titik tertentu saja.
Demikian disampaikan Kepala Desa Dandang Sarwani kepada Borneonews saat berada di Pulang Pisau, Rabu (1/2/2017). "Hingga saat ini warga yang memiliki HP kesulitan untuk mendapatkan sinyal karena di Desa Dandang belum ada tower jaringan telekomunikasi yang berdiri," terang Sarwani saat berada di Pulang Pisau.
Untuk mendapatkan sinyal, kata dia, warga harus pergi ke tepi sungai dulu ketika akan melakukan komunikasi atau ingin mengakses internet. "Dan itu pun agak lemot sinyalnya," katanya.
Menurut Sarwani, masalah komunikasi ini sangat dibutuhkan masyarakat Desa Dandang, baik untuk menelpon kerabat atau mengirim data desa dan sebagainya melalui jaringan internet. "Terkadang kita harus menunggu hari malam untuk mendapatkan sinyal dan masyarakat biasanya pergi ke pelabuhan," ujar Sarwani.
Ia berharap keinginan masyarakat di Desa Dandang untuk mendapatkan jaringan telekomunikasi segera terwujud. Hal tersebut juga kata dia sudah pernah diusulkan desa melalui dinas terkait pada tahun 2015, namun hingga saat masih belum ada tanggapan dan belum tiang jaringan ponsel yang berdiri di desa tersebut.(JAMES DONNY/B-8)








