BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagai salah satu penghasil sekaligus pengimpor minyak nabati terbesar dunia, pergerakan di pasar komoditas India akan mempengaruhi kinerja di bursa komoditas dunia.
Pada perdagangan Rabu (1/2/2017), futures minyak kanola kontrak Februari, NRSJ7, ditutup naik 0,8 persen menjadi 3.863 rupee, sedangkan futures minyak kedelai, NSOG7, bergerak mendatar di level 698 rupee per 10 kg.
"Pergerakan harga minyak kanola dan minyak kedelai hari ini tercermin dari keputusan pemerintah India yang tidak memangkas bea masuk pada minyak sawit dan minyak kedelai seperti yang diperkirakan pasar," kata seorang pelaku pasar di Mumbai, India, seperti dilansir Reuters.
Untuk futures kedelai kontrak Februari, NSBG7, naik sekitar 0,3 persen menjadi 3.044 rupee per 100 kg, sedangkan future jagung, NMZFG7, naik tipis menjadi 1.457 rupee.
Kondisi di bursa India tersebut diyakini akan direspons positif para pelaku pasar di pasar komoditas Malaysia pada perdagangan Kamis (2/2/2017), khususnya untuk minyak sawit. (NEDELYA RAMADHANI/m)








