BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Konservasi penyu ternyata tidak mudah. Dari ratusan ekor penyu yang ditetaskan, dan kemudian dilepas ke laut, biasanya sekitar satu persen saja yang bertahan hidup (survive) hingga menjadi penyu dewasa.
Siswanto, staf Taman Wisata Alam (TWA) Tanjung Keluang menjelaskan hal itu dari pengalamannya menangkarkan penyu di kawasan tersebut. "Sedikitnya jumlah penyu yang berhasil bertahan hidup disebabkan beberapa predator. Terutama, hewan buas, anjing, burung elang dan manusia,” jelas Siswanto, pada Borneonews, Kamis (2/2/2017).
Padahal, lanjutnya, kawasan pantai di Kotawaringin Barat (Kobar) sebenarnya sangat istimewa. Ia menjelaskan pantai TWA Tanjung Keluang, Kecamatan Kumai, misalnya, menjadi salah satu persinggahan penyu di dunia.
Dua jenis penyu yang singgah di Tanjung Keluang adalah penyu sisik dan penyu hijau, yang saat ini tergolong langka.
"Berdasarkan data 2016, diketahui ada 24 sarang yang ditemukan. Karena itulah jumlah telur penyu yang ditemukan tahun 2016, naik menjadi 3.449 butir. Sedangkan telur yang ditemukan petugas TWA tahun 2015 sebanyak 1225," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-10)
Hanya Satu Persen Penyu Penangkaran yang Bertahan di Tanjung Keluang
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemda Diminta Antisipasi Kebutuhan Akhir Tahun Melalui Operasi Pasar Bersama Bulog
Polda Kalteng Terima 105 Personel dari Mabes Polri
Rumah Pribadi di Kuala Kapuas Jadi Tempat Berlindung 18 Kucing Terlantar
Pembangunan Jembatan Walter Condrad Kotim Ditarget Rampung Desember 2026
Sastra Tutur Dayak Terancam Terpinggirkan, Masyarakat Diajak Lestarikan Bahasa Daerah
Faridawaty Apresiasi Walikota Palangka Raya Terbuka soal Banpres Rp10 Miliar, Dorong Daerah Lain Transparan
Komentar (0)
Memuat komentar…







