BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Toleransi antar-umat beragama harus terus dijunjung tinggi oleh setiap pemeluk agama apapun. Sebab di situ, tertanam kerukunan dan saling menghormati kepercayaan masing-masing.

Atas dasar itulah, Teguh (37), warga Muslim Kuala Pembuang, meluangkan waktunya untuk membersihkan Kompleks Pemakaman Umat Kristen Kuala Pembuang yang berada di tepi jalan menuju arah Pelabuhan Segintung. Lokasi pekuburan itu berjarak sekitar 8 kilometer dari pusat kota Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan.

Kompleks kuburan kristen itu dipagar dengan beton, kondisinya sangat memprihatinkan. Sejak pagar beton dibangun sekitar 2015 lalu, sampai saat ini belum terjamah perawatan. Meskipun dalam lokasi kompleks kuburan itu, hanya terdapat sebuah makam penganut Agama Kristen.

"Saya bersihkan lokasi ini, karena kasihan melihat kondisinya yang tak terawat. Ini banyak rumput dan tumbuhan liar yang tinggi hampir menutupi bangunan. Ya, saya bersihkan saja biar enakkan dilihat," kata Teguh di sela-sela kesibukannya membersihkan depan pagar komplek kuburan, Kamis (2/2/2017).

Meskipun cuaca sedang gerimis, namun Teguh tetap melakoni aktivitas pembersihan pemakaman tersebut dengan menggunakan alat mesin pemotong rumput yang sengaja dibawanya dari rumah.

"Saya bersihkan ini nggak ada yang nyuruh ataupun diupah. Ini murni atas keinginan sendiri. Lokasi depan pagar sepanjang sekitar 60 meter ini, baru separuh yang dibersihkan. Selesai di sini, pindah lagi ke pagar sebelah," tutur Teguh, yang berprofesi sebagai petani dan peternak tersebut. (PARNEN/B-5)