BORNEONEWS, Buntok - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Barito Selatan kehabisan blangko kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).
"Habisnya blangko e-KTP ini tidak hanya di Barito Selatan, namun se-Indonesia," kata Kepala Disdukcapil Barito Selatan Nyamei Tumbai kepada Borneonews, Kamis (2/2/2017).
Penyebabnya, pemerintah pusat gagal melelang pencetakan blangko e-KTP tepat waktu. Diperkirakan baru pada Mei 2017 mendatang, blangko fisik e-KTP mulai ada.
Meski demikian, lanjut Nyamei, pihaknya tetap melakukan perekaman terhadap 5.000 warga yang belum memiliki e-KTP. Karena, KTP elektronik ini sangat penting, terutama untuk syarat administrasi, baik masuk keperusahaan maupun keperluan lainnya.
Selain itu, Disdukcapil telah meminta kepada kepala desa mendata warga yang belum melakukan perekaman e-KTP. Setelah itu, kepala desa diharapkan membuat surat permintaan atau usulan untuk melakukan perekaman di desanya. "Dengan begitu mempermudahkan kita melakukan perekaman sitem jemput bola," sebut Nyamei. (URIUTU DJAPER/B-3)








