BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Desa Sungai Sekonyer akan mengalokasikan sebagian dana Anggaran Pendapatan Dana Desa (APBDes) 2017, untuk membenahi lingkungan desanya yang tercemar penambangan ilegal. Pembenahan jalan lingkungan desa juga menjadi prioritas.
Kepala Desa Sungai Sekonyer, Suriansyah menjelaskan, APBDes Sungai Sekonyer lumayan cukup besar, Rp1,7 miliar per tahun. Dana sebesar itu bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) dan Alokasi Dana Desa (ADD) dari daerah kabupaten, serta Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat. Sayangnya, pada 2016 lalu, dana miliaran rupiah tersebut tak terserap maksimal.
"Kalau ADD kurang lebih Rp900 juta. Sedangkan DD Rp700 juta. Ditambah bagi hasil pajak dan retribusi, totalnya sekitar Rp1,7 miliar. Tahun kemarin itu tidak terserap seluruhnya. Kita hanya bisa sampai tahap kedua (pencairan) saja," kata Suriansyah, saat ditemui di kediamannya, Selasa (31/1/17).
Agar penyerapan anggaran desanya lebih maksimal, Suriansyah merencanakan penggunaannya untuk kegiatan fisik pembangunan desa. Salah satunya berupa penataan jalan lingkungan desa. Menurut Suriansyah, jalan lingkungan desanya perlu pelebaran. Pasalnya, jalan tersebut di desanya belum cukup mampu untuk dilintasi oleh kendaraan roda empat.
"Kalau untuk kendaraan kecil, seperti pikap, bisa lewat. Tapi untuk memutar balik tidak bisa. Kalau sudah lewat jalan itu terpaksa mundur. Tidak ada tempat yang cukup lebar untuk putar balik. Sedangkan jalan desa kami hanya dua ruas, dan salah satunya buntu. Warga inikan ada yang ingin menimbun tanah untuk pondasi rumah. Kalau kendaraan tidak bisa lewat, bagaimana mau menimbunnya," bebernya.
Tahun sebelumnya, Desa Sungai Sekonyer mengajukan agar pelebaran jalan lingkungan ditangani oleh pemerintah kabupaten. Namun hal tersebut tidak dapat direalisasikan.
"Dalam waktu dekat kita akan menggelar Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) desa. Apa yang nanti akan diusulkan ke kabupaten, nanti akan dibahas di Musrenbang itu. Tapi intinya, pertama saya ingin penataan dan pembenahan desa dari dalam dulu. Setelahnya nanti kita pikirkan lebih lanjut," tandasnya (RADEN ARIYO/B-10)








