BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Terminal Bahan Bakar Minyak PT Pertamina Pangkalan Bun tahun ini bakal membuka SPBU mini di sejumlah pelosok daerah di wilayahnya yakni Kotawaringin Barat (Kobar), Lamandau, Sukamara, dan sebagian Kabupaten Seruyan.
Menurut Kepala Hiswana Migas Pangkalan Bun, Rusmadi Abdullah, rencana itu akan terealisasi maksimal akhir tahun 2017.
"Itu merupakan solusi yang diupayakan Pemda, Pertamina, dan Hiswana Migas Pangkalan Bun untuk menyediakan BBM bersubsidi bagi masyarakat yang berada di pelosok dan jauh dari SPBU," kata Rusmadi, Kamis (2/2/2017) sore.
Ia menjelaskan, pembuatan SPBU mini itu juga merupakan jawaban dan solusi atas maraknya pelangsir BBM ilegal yang terus terjadi di wilayah Kalimantan Tengah.
"Ya ini juga merupakan jalan keluar untuk mengantisipasi maraknya penyalahgunaan BBM bersubsidi di masyarakat," kata dia.
Kebutuhan BBM saat ini menjadi prioritas dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di pelosok daerah. Kondisi masyarakat di pelosok yang tidak terjangkau SPBU menjadi dasar para pelangsir mengangkut BBM ilegal dan dijual dengan harga di atas HET.
"Nanti SPBU mini itu akan bekerjasama dengan masyarakat setempat, Pertamina akan menyuplai langsung dan memberikan subsidi untuk biaya operasionalnya. Pokoknya harganya tidak akan mahal seperti di eceran saat ini."
Ia juga menambahkan, di kabupaten lain di provinsi Kalteng, SPBU mini sudah banyak dibangun. Di Kobar masih menunggu proses pendataan dan kebijakan dari pemerintah kabupaten.
"Kalau data berapa jumlahnya pelosok daerah yang akan dibangun SPBU mini kita belum ada, pemkab juga belum mendata secara pasti. Tapi tahun ini pembangunan SPBU mini akan terealisasi," tutupnya. (CECEP HERDI/B-2)








