BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebelum menutup semua lokasi prostitusi, Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar) harus peka terhadap perkembangan sosial. Selain itu, Pemkab juga wajib memiliki langkah-langkah antisipasi yang tepat.
Tokoh agama asal Mendawai, Darmansyah menyatakan, munculnya pekerja seks komersial (PSK) setelah penutupan lokalisasi, jangan ditoleransi. Ketika satu-dua warung 'esek-esek' muncul, harus segera ditindak. Sebab, kata mantan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kobar ini, saat terjadi pembiaran, upaya penutupan baru lebih sulit.
"Semakin lama dibiarkan, beking di belakangnya pun semakin kuat," ujar Darmansyah, Jumat (3/2/2017).
Menurutnya, hal ini sudah terbukti di setiap tempat. Tidak hanya di Kobar, persoalan ini juga dialami sejumlah daerah.
Ia pun menyesalkan, masyarakat pun cenderung cuek, meski muncul tempat esek-esek terselubung di lingkungan dekat rumahnya. Mantan anggota DPRD Kobar ini menilai, prinsip asal tak ikut-ikutan jadi pelanggan PSK, tapi mendiamkan tempat prostitusi terselubung, sama dengan membiarkan praktik prostitusi makin berkembang.
"Bagi kita yang dewasa sudah punya kontrol diri. Tapi siapa yang menjamin remaja kita tak terpengaruh!" tegasnya.
Selain itu, ia menilai sikap itu akan makin membuat masyarakat permisif. "Di sekolah dan di rumah diajari zina itu haram. Tapi di lingkungan, mereka mendapati kenyataan sebaliknya," pungkasnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-10)
Penutupan Lokasi Prostitusi Harus Diikuti Langkah Antisipasi
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pembangunan Jembatan Walter Condrad Kotim Ditarget Rampung Desember 2026
Sastra Tutur Dayak Terancam Terpinggirkan, Masyarakat Diajak Lestarikan Bahasa Daerah
Faridawaty Apresiasi Walikota Palangka Raya Terbuka soal Banpres Rp10 Miliar, Dorong Daerah Lain Transparan
Bupati Kotim Tinjau Pembangunan Rumah Anak Korban Perundungan
Pengepul Pertalet di Kapuas yang Diringkus Ditpolairud Polda Kalteng beli BBM Subsidi dengan Harga Rp 470 per Jeriken
Bupati Seruyan Minta Pelajar Hindari Bullying
Komentar (0)
Memuat komentar…







