BORNEONEWS, Sampit - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini tengah mengevaluasi dan mengiventarisasi kios-kios di lantai 2 Pasar eks Mentaya. Sebab, bagian kios di lokasi tersebut rencananya akan ditempati pedagang dari tiga lokasi yang berbeda.

"Untuk lantai dua, kios-kiosnya masih kami inventarisasi. Karena yang akan menempati di sana diprioritaskan untuk pedagang yang dulu berdagang di Eks mentaya. Mereka ini kan belum masuk kesana," tandas Kepala Disperindag Kotim Mudjiono, Jumat (3/2/2017).

"Kemudian, pak bupati waktu bongkar rumah dinas di A yani, beliau mempertimbangkan memberikan kompensasi bagi pensiunan Inhutani yang ingin berusaha. Jadi kalau ada, akan beliau tempatkan di kios yang ada di eks Mentaya itu juga,” lanjut Mudjiono.

Menurut Mudjiono, selain itu, ada juga kelompok pedagang dari pertokoan yang saat ini lokasinya dibangun ikon Jelawat di Jalan Iskandar. Para pedagang yang dulunya berusaha di sana sebelum pembangunan ikon kota memang telah dijanjikan bupati untuk dikompensasi, dan rencananya akan di tempatkan di kios-kios yang ada di Eks Mentaya.

Mudjiono menambahkan, jika semua pedagang di tiga lokasi tersebut sudah mendapat tempat dan semuanya clear, maka bupati akan membuatkan Surat Keputusan (SK) pada para pedagang yang mendapat tempat tersebut.

"Kalau mereka mau, silakan masuk. Kalau ternyata semuanya sudah masuk dan ada sisanya, baru kita evaluasi dan inventarisasi yang masih bisa masuk ke dalam. Kita evaluasi, kira-kira yang ditempatkan di kios itu pedagang apa saja," katanya. (RIAN NAFARIN LUFFI/B-5)