BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengembangan komoditas bawang merah dan cabai di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ternyata menuai hasil bagus. Pengembangan dua komoditas itu masih mengalami kendala tahun ini. 

Hasil panen dua komoditas ini dari segi kualitas maupun kuantitas (tonase) belum bagus karena tidak sinkronnya tahapan pra panen hingga pasca panen.


Kesimpulan ini diungkapkan Kepala Bidang Produksi Hortikultura pada Dinas tanaman pangan hortikultura dan peternakan (TPHP) Kalteng, Dewi Erawati saat ditemui Borneonews di ruang kerjanya, Jumat (3/2/2017).


Menurut Dewi, hal itu juga pernah dibahas bersama saat rapat di sekretariat tim pengendali inflasi daerah (TPID) Kalteng dua hari lalu


"Program pengembangan Cabai dan Bawang Merah ini terkendala beberapa hal sehingga hasilnya tidak bagus atau ada beberapa gagal. Diantaranya ada pengaruh musim dan tidak cocok sesuai yang kita inginkan, itu pada tataran teknisnya," terang Dewi.


Maksudnya, lanjut Dewi, pendistribusian bantuan bibit kepada petani tidak sesuai akibat proses lelang yang lama. Sehingga ketika lelang selesai dan begitu disampaikan ke petani, cuaca tidak pas atau tidak mendukung penanaman.


"Jadi proses lelangnya tidak pas dengan masa tanam. Sebab pas datang itu bantuan, musim tidak mendukung, sehingga hasilnya tidak bagus," beber dia.


Pihaknya pun bertekad hasil evaluasi itu menjadi bekal perbaikan ke depan, seraya berharap ada sinergi antara kepentingan pertanian yang sangat berkaitan dengan musim, dengan proses pengadaan, agar bisa matcing penyaluran bibit dengan kondisi alam.  (M ROZIQIN/B-8)