"Memang kita akui, keberadaan guru khususnya guru kelas (bagi SD) ini masih menumpuk di perkotaan, artinya belum merata," ungkap Kepala Bidang Ketenagaan Disdikbud Lamandau, Eby Iriansen, Sabtu (4/2/2017).
Dirinya menyebut, penumpukan guru kelas untuk SD tersebut karena berbagai faktor, antara lain pertimbangan tempat kerja pasangan dari guru yang bersangkutan.
Misalnya, kata dia, istri atau suami guru bertempat tinggal maupun bekerja di perkotaan, sulit untuk memaksakan penempatan guru yang bersangkutan di perdesaan. Sehingga, dengan terpaksa guru yang bersangkutan kita tugaskan di perkotaan atau sekitar perkotaan.
"Sebetulnya kalau untuk jumlah guru kelas (bukan guru bidang studi tertentu) bagi SD ini kuotanya sudah cukup, sebandinglah dengan jumlah sekolah yang ada saat ini," katanya.
Tetapi, ujarnya, bagaimana lagi, kita juga harus mempertimbangkan banyak hal dalam penempatan. Hal inilah yang menyebabkan sebarannya tidak merata.
Eby juga menyebut, kalau diukur dari segi jumlah, memang masih kekurangan untuk guru bidang studi tertentu, baik untuk SD maupun SLTP. Ia berharap, penambahan guru dari hasil rekrutmen tenaga kontrak pemkab yang efektif bekerja mulai 1 Februari 2017 ini, dapat memenuhi kebutuhan, meskipun tidak semuanya. (HENDY NURFALAH/B-2)








