BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kalimanta Tengah (Kalteng) merespons cepat ujaran gubernur Sugianto Sabran yang memerintahkan agar setiap kantor dan aparatur sipil negara (ASN) menanam cabai di kantor dan pekarangan rumah.
Dinas teknis ini menyiapkan bibit dalam bentuk tanaman dalam polybag. Jumlahnya mencapai 1.000 polybag berisi tanaman cabai rawit. Dalam seminggu ke depan, 1.000 polybag itu ditergetkan sudah tersebar kepada 1000 ASN lingkup Pemprov.
"1.000 polybag ini dalam rangka sikapi sidak gubernur ke sejumlah instansi pekan lalu dan menginstruksikan ASN untuk menanam cabai di pekarangan rumah dan kantor. Nah, kami sediakan 1.000 bibit untuk kami serahkan ke ASN," kata Kepala Dinas TPHP Kalteng, Tute Lelo melalui Kabid Produksi Hortikultura, Dewi Erawati kepada Borneonews.co.id, Sabtu (4/2/2017).
Dikatakan Dewi, penanaman cabai dan tanaman sayuran lainnya di pekarangan rumah memiliki target. Minimal ASN bisa menghemat dan antisipasi agar saat harga menjulang mereka tidak perlu beli di pasar. Dengan demikian akan mengurangi jumlah permintaan pasar yang pada akhirnya membendung naiknya inflasi karena cabe dan tanaman rumahan lainnya seperti tomat dan sebagainya.
"Minggu depan akan kami serahkan. Tinggal mencari waktu yang tepat. Mungkin saat apel gabungan misalnya saat hasupa hasundau di halaman kantor gubernur," lanjutnya. (ROZIQIN/B-6)
Dinas teknis ini menyiapkan bibit dalam bentuk tanaman dalam polybag. Jumlahnya mencapai 1.000 polybag berisi tanaman cabai rawit. Dalam seminggu ke depan, 1.000 polybag itu ditergetkan sudah tersebar kepada 1000 ASN lingkup Pemprov.
"1.000 polybag ini dalam rangka sikapi sidak gubernur ke sejumlah instansi pekan lalu dan menginstruksikan ASN untuk menanam cabai di pekarangan rumah dan kantor. Nah, kami sediakan 1.000 bibit untuk kami serahkan ke ASN," kata Kepala Dinas TPHP Kalteng, Tute Lelo melalui Kabid Produksi Hortikultura, Dewi Erawati kepada Borneonews.co.id, Sabtu (4/2/2017).
Dikatakan Dewi, penanaman cabai dan tanaman sayuran lainnya di pekarangan rumah memiliki target. Minimal ASN bisa menghemat dan antisipasi agar saat harga menjulang mereka tidak perlu beli di pasar. Dengan demikian akan mengurangi jumlah permintaan pasar yang pada akhirnya membendung naiknya inflasi karena cabe dan tanaman rumahan lainnya seperti tomat dan sebagainya.
"Minggu depan akan kami serahkan. Tinggal mencari waktu yang tepat. Mungkin saat apel gabungan misalnya saat hasupa hasundau di halaman kantor gubernur," lanjutnya. (ROZIQIN/B-6)








