BORNEONEWS, Kuala Kurun - Dalam beberapa bulan terakhir, harga jual karet di tingkat petani mengalami kenaikan. Hal itu berdampak pada minat masyarakat Kabupaten Gunung Mas (Gumas) kembali beralih usaha menyadap karet.
"Dengan harga karet yang sudah mulai membaik, sudah mulai banyak masyarakat di daerah ini yang berusaha menyadap karet. Sebab saat harga karet sangat murah (beberapa waktu lalu) masyarakat lebih memilih menambang emas," kata Marni (31), salah seorang petani karet di Kuala Kurun saat ditemu Borneonews di ladangnya, Minggu (5/2/2017).
Menurut dia, saat ini harga jual karet dari petani berkisar Rp9.000 sampai Rp10.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya yang hanya berkisar Rp5.000 sampai Rp6.000 per kilogram. Dengan harga tersebut masyarakat akan rugi bila masih menyadap karet.
"Harga karet lumayan baik, kami sebagai petani berharap harga karet bisa mencapai Rp13 ribu sampai Rp15 per kilogram, seperti pada 2010 lalu," tampah petani karet lainnya, Misnah (25). ( EPRA SENTOSA/B-8).








