BORNEONEWS, Palangka Raya - Polres Palangka Raya masih melakukan pendalaman atas kasus tewasnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan, Hartoni, pada kecelakaan lalu lintas yang juga menyebabkan tiga bangunan ludes terbakar, Kamis (12/1/2017) lalu.
Sampai saat ini, belum ada tersangka dalam insiden itu. "Masih kita lakukan pendalaman. Baru satu saksi menyatakan almarhum yang mengendarai (mobil). Kita masih cari saksi-saksi lainnya," ucap Kapolres Palangka Raya AKBP Lili Warli kepada wartawan, Senin (6/2/2017).
Menurut Kapolres, pihaknya masih perlu data pendukung yang lebih kuat. Sehingga ketika ada keputusan siapa tersangka, maka keputusan tersebut tidak terbantahkan. Kemudian, jika kelak Hartoni yang menjadi tersangka, maka kasus ini bakal dihentikan atau SP3.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada penetapannya," tutur Kapolres.
Seperti diberitakan, kecelakaan terjadi di Jalan Tjilik Riwut, Km 4, Palangka Raya, Kamis (12/1/2017) sekitar pukul 01.30 WIB. Bermula setelah Hartoni yang mengendarai mobil dinas Toyota Hilux KH 1007 NW dari arah Kasongan menuju Kota Palangka Raya, menabrak sebuah kios. Saat itu korban bersama sopirnya, Arif Ikara Hakiki (25).
Namun pada saat kejadian, mobil dikemudikan Hartoni. Sedangkan Arif dalam posisi tidur di kursi samping sopir. Tidak lama kemudian, kios BBM yang ditabrak langsung meledak dan terjadi kebakaran hebat. Tiga bangunan rumah ludes termasuk mobil dinas Hartoni.
Paginya, ketika polisi hendak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan sesosok mayat tewas terpanggang.
Tidak ada warga setempat yang merasa kehilangan keluarga. Sedangkan keberadaan Hartoni pascakejadian bak ditelan bumi. Polisi kemudian mengirimkan sample DNA mayat terbakar ke Labfor DNA Mabes Polri dengan perbandingan anak Hartoni.
Pada Sabtu (4/2/2017) kemarin, Kapolres Palangka Raya menggelar pers rilis dan menyatakan hasil tes DNA memastikan mayat terpanggang adalah Hartoni. Hasil tersebut, menurut Kapolres, tidak bisa terbantahkan. (BUDI YULIANTO/B-3)








