BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kepala Bulog Sub Divre Pangkalan Bun, M Sholeh membantah pihaknya menjual gula pasir ke penimbun. Ia mengatakan, gula pasir yang dipasok dari Surabaya sebanyak 48 ton dua pekan lalu, dibeli oleh Rumah Pangan Kita (RPK) dan masyarakat umum.
"Itu tidak benar, isu saja. Kita punya aturannya siapa yang berhak membeli. Saya sendiri tidak mungkin menjual produk Bulog ini tidak tepat sasaran," kata Sholeh di ruang kerjanya, Senin (6/2/2017).
Ia menjelaskan, meskipun gula pasir saat ini menipis persediannya, harga di pasaran tidak akan lebih dari Rp14 ribu per kilogram. "Desember 2016 saja setoknya habis. Tapi harganya tidak meningkat signifikan. Masih dalam tahap wajar," kata dia.
Sholeh mengakui, menipisnya pasokan gula pasir karena kendala pengiriman dari pusat. "Biasanya terkendala cuaca saat pengiriman. Itu yang bikin lama," jelasnya.
Hingga Senin (6/2/2017) sore, setok gula pasir tinggal 1 ton lagi. Ia memperkirakan dalam dua hari mendatang akan habis terjual. "Yang banyak dibeli sama RPK itu. Ada juga yang bawa mobil kemudian mereka jual keliling lagi ke kampung-kampung," terangnya. (CECEP HERDI/B-10)
Kepala Bulog Pangkalan Bun Bantah Jual Gula Pasir ke Penimbun
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemenpar Harap Sepak Bola Sebagai Sport Tourism Promosikan Pariwisata
DPKP Tingkatkan Pemantauan Kesehatan Hewan di Tengah Ancaman Kabut Asap
Pelajar SMA Palangka Raya Raih Medali Emas Kompetisi Riset Internasional
SMAN 3 Kasongan Terima Dua Interactive Panel Display dan Starlink
Kholidin/Noviera Raih Perak para Panahan Asian Para Games 2026
Petani Tradisional Dituding Sebabkan Karhutla, Akademisi Ilmu Pertanian Angkat Suara
Komentar (0)
Memuat komentar…







