BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kegagalan harga minyak sawit menembus level resistance 3.089 ringgit Malaysia akhir pekan lalu, diperkirakan akan menekan harga ke level support 3.014 ringgit per ton pada Senin (6/2/2017).

Perkiraan itu diungkapkan analis pasar komoditas dan energi Reuters, Wang Tao, seperti dikutip The Star, Senin (6/2/2017).

Pada akhir pekan lalu, harga minyak sawit di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup melemah 0,2 persen menjadi 3.065 ringgit ($692,89) per ton pada sesi pertama perdagangan Jumat (3/2/2017). Sehari sebelumnya, harga minyak sawit menguat 1,4 persen, didukung data yang menunjukkan peningkatan ekspor dan penurunan produksi.

Seorang pelaku pasar di Kuala Lumpur mengatakan pelemahan harga minyak sawit akhir pekan lalu lebih dipicu oleh jatuhnya harga komoditas pangan di bursa komoditas Tiongkok.

Seorang pelaku pasar lain mengatakan fundamental harga sawit masih kuat, dan pelemahan ini lebih disebabkan oleh pasar yang merespons negatif pergerakan di bursa global, terutama di Dalian Commodity Exchange.

"Pasar masih belum punya arah dan transaksi perdagangan berada dalam kisaran sempit," katanya.

Sementara itu, di Chicago Board Of Trade, futures minyak kedelai untuk kontrak Maret melemah 0,4 persen. Sedangkan minyak kedelai untuk kontrak Mei di Dalian merosot 1,6 persen, dan kontrak olein sawit melorot 2,1 persen. (NEDELYA RAMADHANI/m)