BORNEONEWS, Palangka Raya - Dandim 1016/Palangka Raya Letkol Inf Alfius Navirinda Krisdinanto dipercaya menjadi komandan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) 2017. Mandat ini diberikan berdasarkan hasil pembentukan kepengurusan Satgas Karhutla di Kodim 1016/Plk, Jalan A Yani, Kota Palangka Raya, Senin (6/2/2016).

Alfius akan didampingi Kapolres Palangka Raya AKBP Lili Warli yang terpilih menjadi Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadansat) Karhutla. Dalam pembentukan kepengurusan itu, dihadir pula pihak BPBD, para camat, dan instansi lainnya.

"Posko utama Satgas Karhutla akan berada di kantor BPBD Kota," ucap Alfius.

Selain posko utama, ada juga posko taktis yang terdapat di setiap kecamatan. Menurutnya, jika berkaca tahun lalu, daerah paling rawan terjadi Karhutla adalah Kecamatan Sebangau. Oleh sebab itu, prioritas peralatan nantinya juga berada di wilayah kecamatan tersebut.

Pembentukan Satgas Karhutla ini dilakukan untuk mencegah terjadinya Karhutla. Satgas akan bekerja secara bertahap. Pertama siaga bencana. Terkait hal ini, Satgas akan melakukan sosialisasi, penyebaran maklumat dan pengecekan sumur bor.

Kemudian, jika masuk kategori siaga darurat, barulah penanganan hotspot. Untuk siaga darurat, diprediksi akan berlangsung pada Juni, Juli dan Agustus.

Sementara itu, Lili Warli menambahkan, apel kesiapsiagaan dalam rangka menghadapi Karhutla akan dilaunchingkan pada 17 Februari di kantor pemerintah Kota Palangka Raya. Kemudian, sosialisasi larangan membakar hutan dan lahan digencarkan mulai Maret - Juni.

Selain wilayah Kecamatan Sebangau yang dianggap rawan, daerah lainnya seperti kawasan Jalan Adonis Samad dan wilayah Pahandut juga akan diwaspadai. Dari sisi penegakan hukum, polisi akan menindak tegas jika ada warga yang nantinya terbukti sengaja melakukan pembakaran. (BUDI YULIANTO)