BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi X DPR RI Marlinda Irwanti Poernomo mengakui masih banyak hambatan dalam penggunaan dana BOS pada tingkat sekolah.

"Hambatan dana BOS datang dari penggunaan dana BOS yang tidak tepat sasaran. Selain itu, variabel penggunaan dana yang tidak sesuai dengan peraturan dan permasalahan regulasi yang ada," ungkap politisi Partai Golkar ini kepada borneonews.co.id via WhatsApp, Selasa (7/2/2017).

Dikatakannya bahwa dana BOS diharapkan dapat membantu proses belajar dan mengajar dengan baik oleh sekolah dengan ketentuan-ketentuan yang ada. Oleh sebab itu, dirinya berharap sekolah dapat menggunakan BOS untuk kepentingan sekolah dengan variabel penggunaan yang sudah ditentukan sesuai peraturan.

"Pada prinsipnya Komisi X DPR RI dan pemerintah menginginkan sekolah bisa berjalan dengan baik dan proses pendidikan sesuai yang diharapkan oleh undang-undang. Tentunya masih ada hambatan dan kendala di sekolah, termasuk SDM pengelola dana BOS," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-3)