BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Jika melihat pola historikal, tren produksi sawit pada Februari akan menyentuh level terendah dalam setahun. Dengan cuaca basah saat ini, maka tren produksi Februari 2017 juga akan sama.

"Produksi kemungkinan besar akan mulai membaik mulai Maret dan seterusnya jika melihat tren musiman," kata analis dari Kenanga Investment Bank, Voon Yee Ping, seperti dikutip Reuters, Selasa (7/2/2017).

Survei yang dilakukan Reuters juga menyebutkan ekspor minyak sawit Malaysia pada Januari akan berada di angka 1,29 juta ton, naik hanya 1%. Ini akan menjadi kenaikan bulanan pertama sejak Agustus 2016.

Kenaikan estimasi untuk ekspor Januari berada di bawah estimasi surveyor yang naik sebesar 4% hingga 8%. Untuk harga minyak sawit masih tetap tinggi seiring dengan ketatnya pasokan di pasar, sehingga membuat komoditas ini kurang kompetitif dibandingkan dengan minyak nabati lain, kata sejumlah pelaku pasar.

Sebaliknya, harga minyak nabati pesaing minyak sawit justru murah. Untuk jangka pendek, pasokan minyak sawit di pasar akan sangat ketat, ujar pelaku pasar dari Kuala Lumpur.

India dan Tiongkok, dua pengimpor terbesar minyak sawit, bisa jadi akan beralih ke minyak kedelai jika minyak sawit sudah terlalu mahal. (NEDELYA RAMADHANI/m)