BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Para pelaku pasar saat ini melihat data ekspor dan produksi minyak sawit Malaysia yang dirilis pekan ini akan menjadi pendorong kenaikan harga.
Faktor ini pula yang membuat harga minyak sawit pada perdagangan Senin (6/2/2017) bergerak positif. Futures minyak sawit untuk kontrak April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,23 persen menjadi 3.062 ringgit ($692,45) per ton pada sesi pertama perdagangan Senin.
Menurut seorang pelaku pasar di Kuala Lumpur, seperti dikutip Reuters, harga minyak sawit akan bergerak naik, tapi pergerakan itu akan berada di kisaran sempit menuju 3.100 ringgit, sebagai antisipasi rilis data ekspor dan produksi minyak sawit Malaysia periode 1-10 Februari.
Ia mengatakan pasar pada perdagangan Selasa (7/2/2017) masih akan memfaktorkan data tersebut, terlebih pelemahan di bursa komoditas Dalian, Tiongkok, tidak terlalu dalam.
"Untuk jangka pendek, pasar akan bullish (menguat) dan untuk jangka panjang bearish (melemah). Proyeksi jangka pendek positif seiring dengan turunnya produksi, dan isu monetasi India sudah diselesaikan, sehingga negeri itu akan siap mengimpor lagi minyak sawit," imbuhnya.
Di Dalian, harga minyak kedelai kontrak Mei, DBYcv1, melemah 0,09 persen, sedangkan kontrak olein sawit, DCPcv1, turun 0,29 persen. (NEDELYA RAMADHANI/m)








