BORNEONEWS, Kasongan - Gabah atau padi dari petani wilayah Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan ternyata selama ini banyak dijual ke luar daerah.
Tujuannya adalah Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) juga dijual ke tengkulak dari Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
"Kita menyayangkan gabah dari Katingan Kuala banyak dijual ke provinsi lain. Dan ini tak bisa dihalangi, karena para petani masih tergantung dengan tengkulak yang datang ke sana," katanya.
Pasalnya, masih belum adanya transportasi jalur darat dari Kasongan sampai wilayah Katingan Kuala, menyebabkan petani hanya bergantung dengan tengkulak dari daerah lain yang datang menggunakan armada transportasi perairan.
Alfujiansyah menuturkan, karena masih kesulitan transportasi inilah menyebabkan petani di wilayah itu menjual gabahnya kepada tengkulak asal daerah lain.
"Biasanya tengkulak lebih dulu memberi pinjaman kepada petani, misalnya pupuk, obat-obatan dan bahkan pakaian. Namun saat panen mereka harus menjual kepada tengkulak itu dengan harga yang sudah ditetapkan tengkulak," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-11)








