BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Parahnya kerusakan jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama (Kolam) berimbas pada sulitnya Puskesmas Kolam merujuk pasiennya ke Pangkalan Bun. Ambulans mereka tak bisa melewati jalan berkubang lumpur itu.

"Beberapa kali terjebak ke dalam lumpur. Untung ada mobil yang membantu menarik dari kubangan lumpur," ungkap sopir ambulans Puskesmas Kolam, Suseno kepada Borneonews, Rabu (8/2/2017).

Ia menjelaskan, hambatan di kubangan itu membuat perjalanan ke Pangkalan Bun, yang dalam tempo normal kurang dari 1 jam, menjadi 5 jam. Jarak menuju Pangkalan Bun tidak lebih dari 42 kilometer.

Rudini, sopir ambulans lainnya mengaku sampai pernah menitipkan pasien yang dirujuk ke RSUD Sultan Imanuddin ke mobil pengusaha travel. Jika dipaksakan menerobos jalur itu, ia khawatir tidak cukup waktu untuk memyelamatkan nyawa pasien.

"Kondisi pasien sudah darurat, harus segera ditangani. Agar lebih cepat sampai Pangkalan Bun, kami titipkan ke mobil lain," bebernya.

Jalur kubangan itu semakin sulit dilalui, sejak polisi membubarkan portal pungutan jalan titian yang dibangun warga di jalan tersebut. Beberapa hari setelah dibubarkan polisi, warga turut membongkar titian kayu yang sebelumnya terpasang di sekitar area portal.

"Padahal keberadaan titian kayu itu sangat membantu pengendara melintasi jalan tersebut, meski sering meminta pungli, para pengendara mengaku terbantu dengan keberadaan mereka," ucapnya.

Pilihan jalur lain, kata Rudini, pihaknya bisa memutar melalui jalur Kolam - Kabupaten Lamandau - baru sampai ke Pangkalan Bun. Namun jarak dan waktu tempuh semakin panjang dan lama juga. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-10).