BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sejak penertiban pungutan liar di jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama (Kolam), banyak papan titian yang dipasang para pemortal dibongkar, alhasil pengendara kesulitan melintas di jalan mirip kubangan lumpur itu. Karena jalan menjadi licin, sulit dilalui, dan tak ada pilihan meniti di atas papan yang menutupi jalan licin tersebut. Infrastruktur jalan ini harus segera diperbaiki.

"Kami kira setelah dibongkar (portalnya) akan diperbaiki jalannya. Kalau begini kan makin menyusahkan kami," ungkap salah satu pengendara Jhony, Rabu (8/2/2017).

Seharusnya, pemerintah lebih tanggap. "Kalau warga saja mampu buat papan titian di jalan dengan uang sendiri, kenapa pemerintah tidak bisa? harusnya bisa lebih baik lagi dong," ucapnya kesal.

Sepengetahuan dia, setiap tahun pemerintah selalu menganggarkan dana untuk perbaikan jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama. Namun, kenapa hingga kini jalan tersebut semakin parah kerusakannya. "Mana yang sudah dibangun? kok makin parah (kerusakannya)."

Jhony menyarankan, jika memang anggarannya terbatas, semestinya pemerintah mendahulukan titik jalan yang membutuhkan penanganan paling mendesak. Misalnya, jalan-jalan yang selama ini dipasangi portal warga.

"Kalau tidak bisa langsung diaspal, kan bisa ditimbun batu dulu. Agar bisa dilalui, diayasnya dipasang titian dari papan seperti para pemortal," pintanya.

Papan titian yang sebelumnya terpasang di sejumlah titik jalan Pangkalan Bun - Kolam, diduga dibongkar oleh warga yang selama ini melakukan pemortalan. "Mungkin dilepas warga, itu kan beli papannya menggunakan uang sendiri," tukasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kobar, Agus Yuwono menjelaskan, tahun sebelumnya (2016), Jalan Pangkalan Bun - Kolam telah dianggarkan dana sebesar Rp16 miliar untuk pengaspalan sebagian jalan dan penimbunan.

Sementara, lanjut Agus, tahun ini pembangunan jalan Pangkalan Bun - Kolam paling cepat akan dilanjutkan pada bulan Maret 2017.

Proyek infrastruktur jalan tersebut saat ini masih dalam proses lelang. Diperkirakan lelang akan selesai paling lama 35 hari. Dana yang disiapkan sebesar Rp14 miliar dari APBD Kabupaten Kobar.

"Dana itu akan digunakan untuk pengaspalan sebagian jalan dan penimbunan (penyiapan jalan) sebelum dilakukan pengaspalan," pungkasnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/N).