BORNEONEWS, Nanga Bulik - Permintaan klarifikasi dari pejabat Lamandau terhadap anggota DPRD setempat, Martinus Maka, atas pernyataannya di Facebook beberapa waktu lalu, tampaknya tidak bisa dianggap main-main. Apalagi, disebut-sebut bahwa surat permohonan klarifikasi yang telah resmi dilayangkan ke DPRD Lamandau, juga dilampiri pembubuhan tandatangan dari puluhan pejabat lintas SKPD.
"Dalam masalah ini kita tidak asal-asalan, dalam surat permohonan klarifikasi itu kita juga telah galang tandatangan para pejabat yang dilampirkan dalam surat, ada puluhan yang ikut tandatangan, bahkan kalau gak salah di kisaran 50 orang lebih," ujar Budi Prastowo, kepada Borneonews, Rabu (8/2/2017).
Budi Prastowo juga menyebut, permohonan klarifikasi yang dilayangkan ke DPRD Lamandau itu mengatasnamakan pejabat di lintas SKPD Lamandau, artinya, yang membubuhi tandatangan juga ada pejabat dari setingkat Kepala Bidang (Kabid), Kepala Badan (Kaban), Kepala Dinas (Kadis), bahkan ada juga Assisten Daerah (Asda).
"Hanya pejabat-pejabat saja, karena kalau sama pegawai itu jumlahnya tentu akan mencapai ratusan bahkan lebih," katanya.
Dirinya juga memastikan bahwa pihaknya saat ini dalam posisi menunggu informasi terkait kapan waktu audiens atau klarifikasi dapat berlangsung.
"Sekarang kita tinggal tunggu saja, karena sampai saat ini belum ada tembusan lagi dari keberlanjutan surat yang kita layangkan itu," tukasnya.
Seperti diketahui, berawal dari adanya sejumlah postingan Martinus Maka, di akun facebook diduga miliknya, beberapa waktu lalu sejumlah ASN dari lintas SKPD Lamandau tampak mendatangi DPRD untuk meminta klarifikasi.
Mereka berharap ada penjelasan perihal beberapa cuitan Martinus Maka di akun Facebooknya yang juga telah dikonfirmasi kebenarannya oleh yang bersangkutan, seperti pada cuitan yang diposting pada tanggal 14 Januari 2017 sekitar pukul 17.11 WIB, yang memuat tulisan :
"Pembangunan hanya brkutat d infrastruktur itupun tdk merata dipusaran pasilitasku nol kwalitas lg. Org2 slalu bertanya2kapan pembangunan manusianya. Semoga kalian cepat mati para pejabat". (HENDI NURFALAH/B-5)








