BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Munculnya kasus kepala desa di wilayah Kabupaten Seruyan tersandung kasus hukum karena diduga mengorupsi anggaran desa, membuat Wakil Bupati Yulhadir prihatin.

Wakil Bupati prihatin lantaran kepala desa yang seharusnya menjadi teladan di masyarakat justru berani melakukan perbuatan yang melanggar aturan.

"Adanya kades di wilayah kita yang tersandung hukum, ini harus menjadi perhatian serius sekaligus pembelajaran bagi para kepala desa yang lain," kata Yulhaidir, kepada wartawan di Kuala Pembuang, Kamis (9/2/2017).

Ia menilai salah satu faktor penyebab kepala desa berani melakukan tindakan melanggar hukum ialah minim dan rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) yang membantu kades bersangkutan.

"Kalau SDM di sekitar kades yang mengatur dan mengelola anggaran desa yang cukup besar itu sangat baik, maka akan menimalisasi munculnya pemikiran sempit untuk melakukan upaya atau tindakan yang bertentangan dengan hukum. Saya berharap semua kades jangan sampai tergiur untuk melakukan upaya korupsi. Karena itu uang negara yang harus bisa dipertanggungjawabkan dengan baik dan benar," pinta dia. (PARNEN/B-3)