BORNEONEWS, Nanga Bulik - Salah satu 'anggota DPRD' Lamandau bernama Ayub, justru malah tertidur pulas saat mengikuti agenda Sidang Paripurna DPRD Lamandau yang berlangsung di Ruang Rapat, Gedung DPRD Lamandau, Nanga Bulik, Kamis (9/2/2017).
Tak hanya itu, anggota lainnya yang diketahui bernama Stiven, justru malah asyik ngobrol dengan teman disampingnya ketika pimpinan sidang FX Perwiragato, memberikan paparan tentang pola pendidikan anak usia dini.
Namun, FX Perwiragato yang kala itu memimpin sidang paripurna didampingi Abdul Hamid, tidak menegur sedikitpun prilaku anggotanya yang tidur dan ngobrol itu, meskipun suasana sidang ternyata kian riuh karena anggota sidang tidak fokus memperhatikan pimpinan.
Akan tetapi, secara perlahan suasana sidang saat ternyata dapat kembali kondusif. Hal ini bersamaan dengan adanya tim konsumsi yang membagikan snack kepada seluruh 'anggota DPRD' yang hadir.
Tapi, jangan salah dulu, suasana tersebut hanyalah terjadi saat berlangsungnya Sidang Paripurna DPRD yang hanya berupa simulasi, yang diikuti para anak dari pendidikan anak usia dini (PAUD) Katolik Maria Beata Helena, Nanga Bulik.
Simulasi Sidang Paripurna yang berlangsung tersebut juga diketahui sebagai salahsatu pola didik edukatif yang diterapkan oleh sekolah, yang bertemakan pengenalan lingkungan dengan spesifikasinya yaitu pengenalan profesi di lingkungan pemerintah daerah kabupaten.
Ayub dan Stiven sendiri adalah dua anak dari 23 anak PAUD lainnya yang turut serta dalam rombongan yang dipimpin langsung Kepala Sekolah PAUD Katolik Maria Beata Helena, Nanga Bulik, Sr. Cresentia Ni Wayan Mawarti.
Dalam kesempatannya, Cresentia mengaku, sangat berterimakasih kepada DPRD Lamandau yang telah mengizinkan anak didiknya mengunjungi dan mengunjungi sejumlah ruangan yang ada di DPRD.
"Ini pengalaman baru bagi anak-anak kami di usia emasnya, mereka kita kenalkan dengan lingkungan baru meski setiap harinya hanya dapat dilihat dan dibayangkan saja ketika melawati gedungnya, semoga menjadi bekal pengetahuan baru anak-anak kami," ungkapnya.
Disisi lain, Wakil Ketua DPRD Lamandau, FX. Perwiragato, yang menyambut kunjungan anak-anak paud merasa sangat bahagia, karena DPRD yang secara umum selalu diberikan cap buruk, ternyata juga bisa menjadi sarana edukasi yang menunjang pendidikan anak.
"Ini pengalaman baik, menurut saya kegiatan semacam ini justru patut dicontoh oleh sekolah lainnya dan tak hanya setara PAUD, sehingga setidaknya dengan kegiatan ini secara tidak langsung dapat menghilangkan kesan angker atau asing, khsusnya bagi yang belum pernah berkunjung," tukasnya. (HENDI NURFALAH)








