BORNEONEWS, Sampit - Dua jurnalis asal Belanda, berkunjung ke Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

“Ada dua jurnali dari Belanda ke BKSDA, mereka bernama Doris Jongerius dan fotografernya, Annemiek During,” ujar Komandan Pos Jaga BKSDA Sampit Muriansyah, Kamis (9/2/2017).

Kedatangan mereka ke BKSDA tersebut berkaitan dengan dampak dan pengaruh adanya perkebunan, serta kebakaran hutan dan lahan yang ada di daerah ini, terhadap satwa liar.

Mereka ingin mendapatkan informasi tentang dampak kebakaran lahan terhadap satwa liar. Apalagi saat ini banyaknya perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu pengaruh besar terhadap kondisi satwa liar nan dilindungi.

Pasalnya, banyak satwa liar yang kehilangan tempat tinggal serta kesulitan mencari makan. Sehingga banyak dari hewan dilindungi itu masuk ke pemukiman warga untuk mendapatkan makanan.

“Saat ini memang banyak satwa dilindungi masuk ke pemukiman warga, karena ingin mencari makan,” kata Muriansyah. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)