BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tren pergerakan positif harga minyak sawit dalam beberapa sesi perdagangan terakhir dapat menjadi pendorong gairah beli pelaku pasar pada perdagangan akhir pekan ini.
Analis dan pelaku pasar saat ini tengah menantikan data dari pemerintah Malaysia terkait dengan kinerja ekspor sawit dan stok sawit. Hal ini pula yang membuat harga minyak sawit menembus level tertinggi dua pekan pada medio pekan ini.
Sentimen positif dari pasar komoditas AS juga diperkirakan akan memberikan dorongan bagi menguatnya harga komoditas pangan di pasar global, termasuk minyak sawit, kata pelaku pasar di Kuala Lumpur, seperti dilansir Reuters, Jumat (10/2/2017).
Futures gandum di AS, Wc1, menguat 2 persen menuju level tertinggi tujuh bulan, Kamis (9/2), setelah Departemen Pertanian AS menaikkan proyeksi ekspor dan mengumumkan pasokan global yang lebih rendah dari perkiraan.
Selain itu, berlanjutnya penguatan harga minyak mentah di pasar global semalam dapat menjadi pertimbangan pelaku pasar untuk bertransaksi di pasar komoditas pangan akhir pekan ini.
Pada perdagangan Kamis (9/2/2017), harga minyak mentah memasuki hari kedua berturut-turut mencatat penguatan. Faktor pendukung kenaikan masih sama, yakni data yang menunjukkan penurunan cadangan bensin di AS karena tingginya permintaan.
Analis yang dikutip Marketwatch juga menyebutkan bahwa sentimen positif dari kesepakatan anggota OPEC dan non OPEC untuk memangkas produksi juga berperan dalam menunjang penguatan harga.
Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah West Texas Intermediate untuk kontrak Maret naik 66 sen, atau 1,3%, menjadi $53 per barrel. Sedangkan minyak mentah Brent untuk kontrak April menguat 51 sen, atau 0,9%, menjadi $55,63 per barrel di ICE Futures exchange, London. (NEDELYA RAMADHANI/m)








