BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Belakangan ini, sering terjadi kasus orangutan menyerbu kebun warga. Dan tidak jarang, warga mengatasinya dengan menangkap dan mengurung primata langka itu. Bahkan ada yang membantainya.

Seharusnya, tidak perlu menyakiti primata yang dilindungi itu. Kepala Balai Konservasi Sumber daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun, Agung Widodo, mengatakan segeralah melapor ke pos polisi terdekat bila menemui orangutan itu. "Beberapa kali kami dihubungi oleh anggota polisi yang melanjutkan laporan masyarakat mengenai keberadaan orangutan di kebunnya," jelas Agung.

Selanjuntnya, warga yang mendapati orangutan harus tetap menjaga jarak dengannya.

"Sambil menunggu petugas kami yang datang untuk mengevakuasi orangutan tersebut, masyarakat diharapkan jangan mendekati atau mencoba menangkap orangutan tersebut."

Menurut Agung, bila masyarakat mencoba menangkap orangutan yang ditemukan di lingkungan tempat tinggal atau kebunnya, dikhawatirkan malah membuat situasi semakin runyam.

"Karena untuk menangkap orangutan dalam upaya evakuasi diperlukan teknik khusus. Bila masyarakat yang mencoba menangkap, namun tidak mengetahui caranya, orangutan tersebut malah bisa melukai orang yang menangkap sebagai upaya pembelaan dirinya," ujar Agung. (WAHYU KRIDA/B-10)