BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Takut dan merasa sebagai pendatang. Itulah yang menyebabkan korban pemalakan di sekitar Pelabuhan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tidak melapor ke polisi.
Salah satu awak kapal yang pernah dipungut saat kapalnya tambat di sekitar pelabuhan mengaku dirinya karena didatangi beberapa orang yang tanpa permisi, langsung naik kapalnya.
"Beberapa minggu lalu kapal saya sedang tambat di sekitar pelabuhan. ketika sedang menunggui kapal beberapa orang tiba-tia datang ke kapal saya dan minta uang," ujar korban pemalakan yang tidak bersedia menyebutkan namanya Jumat (10/2/2017).
"Terpaksa saya turuti saja. Saya tidak mau cari masalah. Toh saya juga sebentar saja sandar di pelabuhan tersebut," ujarnya.
Sebelumnya Kapolsek Kumai AKP Hendry memperingkatkan pada para pemalak agar segera menghentikan kebiasaan yang meresahkan tersebut.
"Kami harap masyarakat proaktif membantu kami. Bila menjadi korban atau mengetahui ada peristiwa pemalakan diharapkan segera melaporkan ke pos polisi terdekat. Bisa ke Polsek Kumai atau Pos Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Kumai. Bila tidak ada laporan tentunya kami sangat susah untuk mengambil tindakan penertiban pemalak tersebut," ujar Hendry. (WAHYU KRIDA/B-10)








