BORNEONEWS, Palangka Raya – Direktur jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) RI Sumardjo Gatot Irianto terlihat marah-marah, saat pertemuan di Aula Eka Hapakat lantai tiga kantor Gubernur Kalteng, Jumat (10/2/2017). Di hadapan Dirjen, berkumpul kepala dinas yang membidangi pertanian se-Kalteng dan Dandim se-Kalteng.
Lalu kenapa Dirjen marah? Ini lantaran luas tanam yang ada di Kalteng tidak menggembirakan. Mayoritas Kepala dinas pertanian se-Kalteng dianggapnya tidak serius mengembangkan lahan pertanian pangannya dalam rangka berdikari dalam bidang pangan. Dasarnya, Dirjen yang baru dilantik beberapa hari lalu ini, mengantongi data lahan potensial di Kalteng yang ternyata tidak digarap oleh pemerintah daerah kabupaten/kota.
Data yang dikantongi Dirjen, potensi luas tanam padi sawah adalah 56.157 hektare (ha), tetapi yang terjadi jauh dari luasan lahan tersebut. Sedangkan untuk Luas tambah tanam (LTT), untuk Februari 2017 se-Kalteng ditarget 27 Februari baru sebatas 1.477 ha saja.
“Ini kepala dinas yang hadir bekerja beneran atau cuma berpikir yang penting tiap bulan ngambil gaji saja” ujar Gatot dengan geramnya setelah semua 14 kepala dinas ‘diabsen’ untuk menyebut berapa luas tanam di daerahnya masing-masing. Bahkan, ada capaian di satu kabupaten yang ternyata realiasi luas tanamnya nol. Barito Selatan target 61 hektare, realisasi nol. Ngapain saja? Tidak mungkin itu. Ini karena kita tidak turun ke lapangan,” ketusnya.
Begitu pula saat menyebut Barito Utara, Gatot juga kesal. Pasalnya, sang kepala dinas menyebut saat ini sudah tidak ada tanaman baru untuk padi, terutama untuk lahan kering. Sebab pada Oktober sudah tertanam dan terakhir tanam pada Desember.
“Susah kalau kayak gini, pantes saja luas tanamnya tidak bertambah. Saya ingatkan, harus tanggung jawab dengan jawaban bapak, jangan hanya jawab iya-iya saja. Bapak dibayar pakai uang negara, bukan uang nenek moyang, harus sadar itu. Yang ingin jadi kepala dinas banyak Pak. Nanti coba cek lagi itu, apakah lahan sudah tertanam semua atau belum, saya kejar nanti,” tegas dia.
Selain Dirjen Tanaman Pangan, hadir dalam rapat kordinasi tersebut Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Danrem 102/Panju Panjung Kolonel Arm M Naudi Nurdika, Kepala SDM Penyuliuhan Kementan RI Fatan Alrasyid, dan Sesditjen Tanaman Pangan Maman Suherman. (M ROZIQIN/B-8)








