BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pejabat (Pj) Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Nurul Edy, meminta masyarakat tidak menjadikan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kobar 2017-2022 sebagai ajang taruhan judi. Lima pasangan bertarung dalam Pilkada Kotawaringin Barat 2017, pada 15 Februari mendatang.

"Harus diantisipasi, jangan sampai dengan perjudian di kalangan masyarakat menjadi potensi konflik," pinta Nurul Edy, di Pangkalan Bun, Sabtu (11/2/2017).

Taruhan saat Pilkada, sebut Nurul Edy, sering dijumpai di beberapa tempat. "Entah karena yakin yang didukung menang, atau memang niat awalnya untuk berjudi."

Pertaruhan, kata dia, sering dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Mereka biasanya memasang uang taruhan yang besarnya mulai ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Kemudian menebak pasangan calon (paslon) mana dari paslon yang ada akan memenangkan pilkada.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Kabupaten Kobar AKBP Pria Premos mengaku belum mendapatkan laporan terkait adanya perjudian dalam Pilkada Kabupaten Kobar yang akan digelar pada 15 Februari 2017 mendatang.

"Belum ada laporan masuk. Jika memang terjadi, masyarakat bisa melaporkannya ke kami," imbau Kapolres.

Pilkada Kobar diikuti lima pasangan calon. Di antaranya nomor urut 1 pasangan Bambang Purwanto-Said Syamsuddin Noor, nomor urut 2 pasangan Indrawan Sakti-Noorhanuddin, nomor urut 3 pasangan Hj Nurhidayah-Ahmadi Riansyah (NURANI), nomor urut 4 pasangan Desi Hercules-Gusti Awaluddin dan nomor urut 5 pasangan Eko Sumarno-Yudie Junas. (FAHRUDDIN FITRIYA/N).