BORNEONEWS, pangkalan Bun - Saat ini masyarakat bisa turut memantau hotspot atau titik panas sehingga bisa mengetahui apakah terjadi kebakaran hutan dan lahan di sekitar tempat tinggalnya.

Caranya mudah. Masyarakat bisa mengakses pantauan titik panas tersebut melalui halaman web: http://sipongi.menlhk.go.id/

"Aplikasi berbasis web ini telah diluncurkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sejak 12 Maret 2016 lalu. Sehingga petugas dan masyarakat bisa langsung memantau apakah ada titik panas yang terjadi dilingkungannya," jelas Kepala Daerah Operasi III Manggala Agni Pangkalan Bun Binsar Oktavianus Togatorop, Sabtu (11/2/2017).

Binsar menjelaskan, aplikasi itu menggunakan basis data satelit NOAA dan Tera. "Satelit menangkap suhu dan luasan titik api lalu disampaikan ke pusat informasi dan akan ditampilkan ke web," jelansya

menurutnya bila ditemukan hotspot, lokasinya akan ditunjukkan dengan titik berwarna merah.

"Keberadaan aplikasi ini sangat membantu tugas seluruh anggota kami sehingga dengan cepat mengetahui kemunculan hotspot diwilayah tugasnya. Sehingga bisa diputuskan dengan cepat tindakan apa yang harus diambil sebagai pencegahan dini agar titik api tidak sampai membesar," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-5)