BORNEONEWS, Sampit - Tidak hanya kisah percintaan saja yang bisa bersemi kembali. Sebuah permainan rupanya juga bisa kembali bersemi.
Seperti halnya mainan Tamiya. Permainan mobil-mobilan tersebut sudah sempat hits di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di era 90-an. Namun saat ini kembali menjadi salah satu primadona di daerah ini.
Banyak pemuda dan juga orangtua yang kembali bernostalgia dengan permainan yang lebih kepada adu kecepatan di lintasan yang memang dikhususkan untuk permainan tersebut.
Jeffri, salah satu pecinta tamia di Kota Sampit mengakui, Tamiya yang merupakan pemainan lama dan sudah dimainkannya sejak kecil ini masih menjadi salah satu mainan yang sangat disukainya.
Sehingga dengan kembali hadirnya mainan tersebut seakan mengingatkan kepada masa kecilnya dulu.
“Seperti CLBK (cinta lama bersemi kembali) saja, karena mainan ini sangat keren dan unik,” ujar Jeffri (25), dengan raut wajah ceria.
Dirinya juga menganggap mainan tersebut seperti halnya pacar lama yang sangat mengenang di hati. Sehingga pada saat rasa timbul kembali, untuk balikan tidak lagi canggung dan tetap menjadi pilihan utama.
Permainan Tamiya ini juga seakan menjadi legenda, yang keeksistensiannya tidak lekang oleh waktu dan juga tidak ada batasan usia. Sehingga baik itu tua, muda, dan anak-anak bisa memainkannya.
Bahkan bagi yang suka otak-atik layaknya seorang montir, tamialah pilihannya. Karena bagi penyukanya lebih dituntut untuk jeli dalam mengatur kecepatan, serta keseimbangan mobil Tamia yang ia mainkan.
Sehingga pada saat dimainkan di lintasan, kecepatan dan kesetabilan mobil lebih diunggulkan. Karena kalau sampai pemiliknya tidak jeli, maka mobil dengan kecepatan tinggi dan tidak imbang akan cepat keluar dari lintasan.
“Yang pasti mainan mobil tamiya ini unik, keren, elegan, dan juga jadi permainan legendaris di tengah banyak permainan lain yang lebih menarik,” kata Jefri. (MH/B-2)








