BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Keberadaan terminal angkutan yang berada di Desa Asam Baru, Kecamatan Danau Seluluk, Kabupaten Seruyan, sampai saat ini fungsinya masih sebatas untuk kegiatan pengujian kendaraan atau biasa disebut KIR.
Jauhnya lokasi terminal dari pemukiman warga itu, merupakan salah satu alasan kenapa keberadaan terminal itu kurang diminati masyarakat untuk berpergian. Lantaran lokasinya yang jauh. Bahkan dari pihak terminal juga sangat jarang terlihat pengoperasionalkan aktivitas pelayanan penumpang umum.
Menurut Sukamto (44), warga Desa Asam Baru, terminal untuk angkutan umum tersebut sampai sekarang jarang difungsikan untuk terminal angkutan. Terminal itu hanya digunakan sebagai tempat pengujian kendaraan khususnya roda empat (KIR) saja.
"Padahal jika terminal itu bisa dikelola secara baik oleh instansi terkait, maka akan memberikan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat selaku pengguna angkutan transportasi," kata Sukamto, Senin 13/2/2017).
Mengenai terminal tersebut, sambung dia, lokasinya dianggap kurang strategis karena jauh dari lokasi pemukiman warga. Perlu upaya dan kiat khusus dari pemerintah daerah untuk bisa menarik minat warga agar bisa memanfaatkan fungsi terminal sesuai peruntukkannya.
"Selama ini banyak warga mengaku kalau lokasi terminal itu jauh dari pemukiman. Idealnya lokasi yang tepat untuk pembangunan terminal itu dulu berada dipersimpangan ruas jalan Sampit – Pangkalan Bun, tepatnya diperempatan sekitar lokasi RSUD Hanau di Desa Pembuang Hulu, Kecamatan Hanau," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Seruyan Yulhaidir juga mengakui, jika lokasi terminal itu dirasa jauh dari pemukiman warga. Sehingga banyak warga para pengguna angkutan umum seperti angkutan bus yang tak meminatinya. (PARNEN/B-5)








