BORNEONEWS, Nanga Bulik - Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamandau menyampaikan, masih sulit memberikan pemahaman kepada masyarakat agar bisa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terlebih kepada warga yang masih terbiasa Buang Air Besar (BAB) di sungai.
"Masyarakat kita masih sulit meninggalkan kebiasaan BAB di sungai. Padahal hal itu bukan merupakan ciri-ciri PHBS," kata pelaksana tugas (plt) Kepala Dinkes Lamandau, Friarayatini, Senin (13/2/2017).
Kendati demikian, dinkes tidak akan pernah menyerah untuk menyosialisasikan PHBS kepada masyarakat.
"Sebenarnya, PHBS adalah untuk kepentingan masyarakat itu sendiri. Karena dengan menerapkannya tentu lingkungan akan sehat," bebernya.
Dirinya meyakini, dengan berbagai upaya pendekatan yang dilakukan kepada masyarakat, lambat laun mampu merubah perilaku BAB di sungai itu.
Seperti yang diketahui, sejak 2015 lalu, pemkab telah mencanangkan desa sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), yang penerapannya dimulai di Desa Landau Kantu, kecamatan Delang.
Salah satu tujuan dari program STBM agar masyarakat menghilangkan kebiasaan BAB sembarangan, dan lebih mengutamakan penyediaan jamban sehat.
"Program ini (STBM) harusnya dilaksanakan di semua desa. Tetapi di Lamandau baru Desa Landau Kantu yang sudah 100 persen melaksanakannya," katanya.
Rencananya, lanjut dia, tahun 2017 ini STBM akan dilaksanakan di enam desa lainnya, yang saat ini masih dalam tahap verifikasi. (HENDI NURFALAH/B-11)
"Masyarakat kita masih sulit meninggalkan kebiasaan BAB di sungai. Padahal hal itu bukan merupakan ciri-ciri PHBS," kata pelaksana tugas (plt) Kepala Dinkes Lamandau, Friarayatini, Senin (13/2/2017).
Kendati demikian, dinkes tidak akan pernah menyerah untuk menyosialisasikan PHBS kepada masyarakat.
"Sebenarnya, PHBS adalah untuk kepentingan masyarakat itu sendiri. Karena dengan menerapkannya tentu lingkungan akan sehat," bebernya.
Dirinya meyakini, dengan berbagai upaya pendekatan yang dilakukan kepada masyarakat, lambat laun mampu merubah perilaku BAB di sungai itu.
Seperti yang diketahui, sejak 2015 lalu, pemkab telah mencanangkan desa sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), yang penerapannya dimulai di Desa Landau Kantu, kecamatan Delang.
Salah satu tujuan dari program STBM agar masyarakat menghilangkan kebiasaan BAB sembarangan, dan lebih mengutamakan penyediaan jamban sehat.
"Program ini (STBM) harusnya dilaksanakan di semua desa. Tetapi di Lamandau baru Desa Landau Kantu yang sudah 100 persen melaksanakannya," katanya.
Rencananya, lanjut dia, tahun 2017 ini STBM akan dilaksanakan di enam desa lainnya, yang saat ini masih dalam tahap verifikasi. (HENDI NURFALAH/B-11)








