BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam empat hari terakhir sudah ada dua kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Palangka Raya. Satuan Tugas (Satgas) Karhutla pun mulai gencar mensosialisasikan larangan membakar hutan dan lahan.
"Sosialisasi sudah mulai kita lakukan," ucap Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadansatgas) Karhutla Kota Palangka Raya AKBP Lili Warli, Senin (13/2/2017).
Dua peristiwa selama empat hari terakhir itu yakni terjadi Kamis (9/2/2017) dan Minggu (12/2/2017). Pada peristiwa pertama itu terjadi di Jalan G Obos XIII. Mulanya warga membakar sampah tapi lantaran tiupan angin, api mendadak menyebar dan merembet hingga menjadi besar.
Kedua, terjadi di Jalan Mahir Mahar Km 9. Untuk kedua ini, penyebab dan siapa pemiliknya masih belum diketahui. "Belum diketahui bagaimana bisa terbakar dan siapa pemilik lahan. Yang jelas, setelah menerima informasi, kita langsung ke TKP dan bersama petugas Damkar melakukan pemadaman," ungkapnya.
Dengan dua kejadian tersebut, dia mengingatkan bahwa ini menjadi perhatian semua pihak. Dia juga mengimbau bila ada masyarakat mengetahui kebakaran segera hubungan pihak yang berwajib.
"Supaya segera ditangani dan dipadamkan," tutur Lili yang juga sebagai Kapolres Palangka Raya. (BUDI YULIANTO/B-6)








