BORNEONEWS, Palangka Raya – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah tidak cukup mengandalkan kekuatan dari Kalteng sendiri baik pendanaan, sarana prasarana, dan sebagainya. Untuk itu anggota DPRD Kalteng, Asera mengharapkan sudah saatnya pemerintah pusat menyediakan dua helikopter untuk operasional di Kalteng.
“Kalau pemerintah pusat mau bantu serius, datangkan ke sini, pinjami helikopter paling tidak dua unit untuk operasional pemadaman. Itu harus standby di sini. Sekaligus meminta heli yang bisa bom air untuk antisipasi kebakaran sulit dijangkau,” desaknya, Senin (13/2/2017).
Kenapa politisi PKB ini mendesak pemerintah pusat? karena menurutnya kondisi keuangan Kalteng sangat terbatas apalagi pemotongan anggaran cukup banyak menyita neraca APBD Kalteng 2016 dan 2017.
Sementara kondisi di lapangan serba terbatas. Misalnya secara jumlah tim aktif di lapangan dari cukup. Pelatihan dan bantuan insentif juga kurang, ditambah minimnya peralatan penunjang.
“Tim harus aktif di lapangan yang ada ini jauh dari cukup. Kasihan mereka. Sudah personilnya terbatas, pelatihan terbatas, dana terbatas, sarana penunjang terbatas, tetapi kalau terjadi karlahut dia yang dimaki-maki,” tegasnya. (ROZIQIN/B-6)








